Pertuni DKI Jakarta

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Choose Language

TUNANETRA TIDAK TERSENTUH JAMKESMAS PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 04 Mei 2010 23:20

TUNANETRA TIDAK TERSENTUH JAMKESMAS

 

Realita menunjukan bahwa kondisi fisik dari arti lemah atau tiadanya penglihatan yang dialami oleh tunanetra, berdampak pada terbatasnya pula kesempatan menempuh pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang layak. bidang dan jenis pekerjaan merekapun sangat terbatas. Konseksuensi logis dari kondisi tersebut adalah bahwa sebagaian besar tunanetra di DKI Jakarta berada pada tingkat perekonomian menengah ke bawah. Oleh karena itu, wajar jika pada akhirnya kalangan tunanetra berpotensi sangat rentan terhadap masalah kemiskinan, kesejahteraan sosial dan kesehatan.

 

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

Problem yan dihadapi adalah: Belum adanya kebijakan, perhatian dan layanan khusus bagi warga dengan kebutuhan khusus seperti tunanetra, dalam bidang pemenuhan dan layanan kesehatan, sesuai dengan kebutuhan dan kesulitannya. Sementara itu Keterbatasan mobilitas dan gerak serta minimnya kemampuan akses informasi, khusunya yang bersifat visual dan tektual sebagai akibat ketunanetraannya, mengakibatkan kesulitan tersendiri bagi tunanetra dalam menjalankan proses pemenuhan ketentuan yang bersifat proseduran dan administrastif sebagaimana umumnya.

 

USULAN DAN SOLUSI YANG DIHARAPKAN

  1. Agar PEMDA DKI JAKARTA melalui DINAS KESEHATAN, dapat menyelenggarakan program pelayanan kesehatan khusus dengan mekanisme yang mudah dan aksesibel bagi tunanetra.
  2. Agar ditertibkan surat/kartu keterangan/rekomendasi dari PEMDA DKI JAKARTA melalui DINAS KESEHATAN, sejenis program GAKIN, ASKESKIN, JAMKESMAS atau semacamnya, yang diperuntukan bagi tunanetra kurang mampu diwilayah DKI Jakarta, guna solusi biaya pengobatan.
  3. Agar kebijakan sebagaimana diusulkan pada point 1 dan 2, selanjutnya dapat diberlakukan diseluruh lembaga kesehatan diwilayah DKI Jakarta.

 

Melalui usulan tersebut diharapkan:

  1. Munculnya pemahaman baik oleh masyarakat, pemerintah maupun pihak-pihak terkait, bahwa diantara jutaan warga Jakarta terdapat warga dengan kebutuhan dan memerlukan penanganan, pelayanan dan perhatian khususnya dibidang kesehatan, yaitu mereka yang tunanetra.
  2. Agar tunanetra dengan berbagai keterbatasannya, tidak semakin terpuruk dengan buruknya kualitas kesehatan mereka.
  3. Agar orang tunanetra dapat tersentuh oleh program pemerintah dibidang kesehatan.
  4. Agar orang tunanetra dapat menjalankan hidup dan penghidupan sebagai warga masyarakat dan Negara secara layak, sesuai dengan kedudukan, hak dan kewajibannya.   Jakarta, 20 November 2009

Ironisnya, program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang dinyatakan diperuntukkan bagi kalangan masyarakat kecil, ternyata sama sekali tidak menyentuh mereka yang tunanetra, yang rentan terhadap kemiskinan. Usulan telah disampaikan, argumentasi telah dipaparkan, realita telah dikemukan, permohonan telah diajukan dan harapan telah ditumpukan. Impian ribuan warga tunanetra DKI Jakarta telah disampaikan oleh pertuni kepada pemerintah DKI Jakarta melalui dinas kesehatan. Setahun berlalu tak ada jawab apalagi kepastian dan dan realisasi.

 

 

Add comment


Security code
Refresh